BBM for Android (& iOS) – Antusiasme atau Kemenangan sebuah Kebebasan

BBM MessengerMenurut saya statement dari pihak Blackberry bahwa antusiasme pengguna Android untuk menggunakan BBM adalah luar biasa (‘is incredible’) tidak berlebihan. Terlepas dari apakah memang ‘Unrelease’ version dari BBM for Android yang ‘tidak’ sengaja bocor dan mengakibatkan masalah pada server Blackberry sehingga layanan ini harus dihentikan sementara, ataukah memang pihak Blackberry sendiri yang belum sepenuhnya siap meluncurkan BBM for Android & iOS kemudian meng-kambinghitamkan ‘unrelease’ version tersebut, kita hanya bisa menduga-duga.

Namun demikian bukan hal tersebut yang ingin saya garis bawahi disini melainkan apakah benar antusiasme yang terlihat dari banyaknya para pengguna Android yang menginstall ‘unrelease’ version BBM ini, seiring berjalannya waktu nantinya akan mampu menggiring mereka menjadi pengguna handset Blackberry – seperti harapan CEO Blackberry Thorstern Heins yang dulu pernah beliau utarakan. Saya rasa banyak pengguna Android yang membaca tulisan saya ini akan menjawab, ‘Tidak!’, ‘No!’, itu tidak akan terjadi.

Beberapa dari Anda mungkin masih berpikir, “Mengapa demikian?”. Marilah kita pikirkan faktor penting apa yang membuat Android menjadi begitu populer. Sepertinya tidak sulit ditebak seperti sudah saya tuliskan pada judul tulisan ini. Pengguna Android menyukai ‘kebebasan’.

Seperti yang banyak dari kita ketahui bahwa sifat dari OS Android yang open-source memungkinkan OS ini untuk diadopsi oleh bermacam-macam perusahaan produsen smartphone. Perusahaan-perusahaan yang mengadopsi OS ini sedemikian banyaknya dan masing-masing produsen tidak hanya menawarkan satu macam smartphone berbasis Android tapi bermacam-macam varian dengan variasi ukuran dan resolusi layar, kecepatan prosesor, memori, dan banyak lagi attribut lainnya. Dari banyaknya tawaran ini para pembeli potensial smartphone mempunyai begitu banyak pilihan sesuai preferensi dan budget mereka. Inilah yang membuat Android unggul dari para pesaingnya.

Hal ini jugalah yang mendasari mengapa begitu banyak pengguna Android dengan antusias menginstall BBM for Android pada smartphone mereka padahal sudah ada begitu banyak tawaran instant messenger seperti WhatsApp, Line, WeChat dan KakaoTalk. Sekali lagi, kebebasan. Kebebasan menggunakan BBM tidak hanya pada ponsel-ponsel pintar buatan Blackberry pada platform Blackberry-OS yang (maaf) sudah cukup tertinggal. Tetapi kebebasan untuk menggunakan BBM pada smarphone maupun tablet manapun yang mereka sukai, pada OS Android manapun (dengan syarat versi di atas 4.0) yang dapat dengan bebas dimodifikasi dengan theme maupun rom manapun yang mereka inginkan. Selain itu dengan menginstall BBM for Android mereka dapat berkomunikasi dengan teman, kolega, dan kerabat mereka yang masih enggan berpisah dari ponsel pintar Blackberrynya.

Saya rasa hal itulah yang sebenarnya terjadi, yang mendasari perilaku para pengguna Android untuk menggunakan BBM dan mengapa mereka antusias dengan ‘dirilisnya’ BBM for Android. Demikian tulisan ini saya sampaikan, semoga dapat menjadi bahan bacaan yang tidak terlalu berat dan mungkin dapat menjadi sedikit cahaya penerang untuk mengintip apa yang akan terjadi di masa depan apabila apa yang dituliskan ini cukup akurat menggambarkan situasi yang sekarang sedang berkembang. 
[22 September 2013, Christian Hadirahardja].



Daftar Kategori Serba Serbi

Leave a Reply